081229745789
Image

Info Wisata Table Top Makassar, Sukses Digelar

Info Wisata Table Top Makassar yang mengusung tema happy selling, happy dealing, periode ke -4 tahun 2018 di Kota Makassar, sukses dilaksanakan. Kali ini, table top diselenggarakan di Aston Hotel & Convention Makassar. Event ini diikuti oleh para seller dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jogja, Solo, Gresik, Surabaya, Bali, Sulawesi Utara, Makassar, Jakarta, dan lain sebagainya. Sementara untuk para buyer, berasal dari wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. 

Ketua DPD Asita Sulawesi Selatan Didi Leonardo Manaba mengatakan menyambut baik kegiatan table top yang dilaksanakan di Kota Makassar Ini. "Kami berterima kasih karena telah memilih Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan acara table top Info Wisata. Tidak bisa dipungkiri bahwa Makassar adalah pintu gerbang dari Indonesia Timur, sehingga peluang bisnisnya pun relatif menjanjikan," tuturnya. 

Sementara ditambahkan oleh Project Director Info Wisata Table Top, Sri Astuti, pihaknya telah menyelenggarakan table top di Kota Makssar ini untuk yang kedua kalinya. "Makassar adalah kota yang sangat potensial secara bisnis ataupun pariwisata. Namun, beberapa seller yang sudah konfirm pada kegiatan table top kali ini, beberapa di antaranya memang mengundurkan diri. Ada ketakutan untuk mengikuti event di Makassar, karena efek gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Tidak terkecuali peserta dari Singapura dan Malaysia," paparnya. 

Meski demikian, pihak manajemen Info Wisata tetap berkomitmen untuk menyelenggarakan acara table top di Makassar ini sebagai bentuk komitmen untuk mendukung pariwisata. "Kami kemarin melihat dulu perkembangan di lapangan, dengan tetap berkoordinasi dengan pihak DPD Asita, Dinas Pariwisata dan stakeholder di Makassar, memungkinkan ataukah tidak jika table top tetap Makassar berjalan sesuai schedule yang ditetapkan dari tahun 2017 kemarin. Setelah mendapatkan jaminan aman, maka tidak ada alasan bagi panitia untuk mengundur apalagi mengcancel acara. Secara jarak, Palu dan Makassar memang jauh, tapi tidak bisa dipungkiri, beredarnya berita-berita hoax cukup berpengaruh bagi  para pebisnis ataupun wisatawan. Kami berharap, jangan sampai kejadian yang menimpa wilayah lain, memberikan efek yang luas, apalagi lantaran berita-berita yang tidak bisa dipertangung jawabkan kebenarannya," tutur  sosok yang akrab disapa Tutik ini.